Kehangatan Kamar

Apa yang kurang dari fasilitas yang ada? Disini ada beberapa unit komputer, koneksi internet cepat, gedung berlantai tiga, ruangan ber-AC, TV Cable, speaker, printer, plotter, kursi yang nyaman. Tempat yang cukup memenuhi syarat menjadi ruangan idaman bagi saya. Tapi, selalu ada keinginan untuk cepat pulang ke kamar.

Gambar

Disini, di kantor tempat saya bekerja sebagai seorang staf administrasi. Rasanya sudah seperti kamar kedua bagi saya. Sudah setengah tahun saya bekerja disini, sudah tidak terhitung lagi berapa kali saya pulang larut malam atau bahkan sampai menginap. Tapi, tetap saja bukan kamar (kos) sendiri.

Di kamar kos saya, memang fasilitas tidak selengkap ruang kantor tempat dimana tulisan ini saya buat. Tapi kebebasan sepenuhnya milik pribadi. Bebas bersantai, juga berkreasi. Malam-malam seperti ini biasanya saya habiskan di kamar kos online, menulis, membaca, main gitar, ataupun sedikit mengingat-ingat perkuliahan.

Meski tadi sempat saya putuskan untuk tinggal di kantor sampai tengah malam atau bahkan menginap (lagi), tapi rasanya selalu lain. Selalu ingat dengan kehangatan di kamar (kos) sendiri. Biarpun tidur bersebelahan dengan sepeda, tapi hangatnya tetap yang terbaik.

Memang agak aneh, mungkin karena sepi ya? Tidak ada yang temani ya? Oh, no… Kalau ada homesick, mungkin ini lah yang dibilang roomsick.

About these ads

5 thoughts on “Kehangatan Kamar

  1. izzawa says:

    foto kamar nya mana??????

  2. fasyaulia says:

    Roomsick =)) hahaha eh tapi sama kok saya juga gitu. Apalagi saya ga suka nginep di tempat orang, ga betaaaaah ga sukaaaa. Bahkan dirumah nenek sendiri, saya ogah meningan dirumah.. ketemu kamar.. :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s